Apa sih Filsafat?
Apa Sih Filsafat itu?
Keberadaan manusia itu menarik. Manusia adalah makhluk yang kompleks. Dalam kehidupan yang singkat di muka bumi ini, makna hidup manusia seringkali dipertanyakan.
Mungkin,sebagian dari kita sudah sering mendengar kata filsafat. Baik itu di sekolah, kuliah, obrolan harian Anda, atau diskusi kedai kopi dengan teman-teman Anda.
Jadi mari kita ambil kesempatan ini untuk meringkas: Bagaimana kita tahu apa itu filsafat dan bagaimana caranya?Bagaimana kita bisa bereaksi terhadap filsafat tanpa berpikir terlalu lama? Tonton videonya guys... check it out!
Socrates mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang berusaha memahami hakikat alam, dan kenyataan itu bersandar pada akal untuk ada. .
Aristoteles, dalam bukunya Nicomachean Ethics, berpendapat bahwa kebahagiaan adalah tujuan akhir dari keberadaan manusia.
Diskusi tentang keberadaan manusia, makna hidup, dll., adalah bagian dari filsafat. Dalam kamus filsafat, filsafat berasal dari kata Yunani philosophia. Itu terdiri dari dua kata, philos yang berarti "cinta" dan sophia yang berarti "kebijaksanaan".
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan yang beralasan tentang hakikat, sebab-sebabnya, asal-usul dan hukum segala sesuatu yang ada.
Professional Understanding of Philosophy:
Aristoteles mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu (knowledge) yang meliputi kebenaran yang terkandung dalam ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.
Socrates menjelaskan bahwa filsafat adalah ilmu yang mengandalkan akal untuk mencoba memahami sifat alam dan realitas keberadaan.
Rene Descartes menjelaskan bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang alam, sebagaimana alam itu benar-benar ada.
Menurut Immanuel Kant, filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan termasuk pertanyaan epistemologis (epistemologi) yang menjawab pertanyaan tentang Tuhan, Alam dan apa yang dapat diketahui manusia.
Immanuel Kant menjelaskan bahwa filsafat adalah ilmu utama, dasar dari semua pengetahuan, dan mencakup empat pertanyaan: (dijawab oleh metafisika).
Apa yang bisa kamu lakukan? (Jawaban menurut agama).
Dimana Harapan? (Dijawab dengan Etika).
Apakah seseorang itu? (Jawaban oleh seorang antropolog filosofis).
Sidi Gazalba dalam Filsafat Sistematis menjelaskan bahwa filsafat adalah hasil dari kegiatan berpikir yang radikal, sistematis, dan universal. Kata "radikal" berasal dari kata Latin radix, yang berarti akar.
Filsafat itu radikal. Jadi masalah yang dipertimbangkan, pertanyaan yang diajukan, jawaban yang diberikan berakar dalam.
Merujuk pada buku teks filsafat pendidikan, Harold H. Titus merumuskan konsep filsafat baik secara sempit maupun secara luas. Filsafat sempit didefinisikan sebagai ilmu yang berkaitan dengan metodologi atau analisis logis dan semantik bahasa.
Filsafat didefinisikan sebagai "ilmu pengetahuan" yang tugasnya menganalisis secara kritis asumsi dan konsep sains dan mensistematisasikan atau mengorganisasikan pengetahuan.
Dalam arti luas, filsafat mengintegrasikan pengetahuan manusia yang beragam dan berusaha melihat alam semesta, kehidupan, dan makna hidup secara komprehensif.
Filsafat yang dikemukakan oleh Harold Titus memiliki beberapa definisi:
Filsafat adalah sikap terhadap kehidupan dan alam semesta.
Filsafat adalah metode pemikiran reflektif dan penelitian argumentatif.
Apakah akal manusia itu? Dapatkah pikiran manusia mengetahui apa yang ingin diketahuinya?
Dari mana pengetahuan ini berasal?
Dari mana datangnya pengetahuan sejati?
Metode ini bersumber dari buku "Pengantar Filsafat Ilmu" dan digunakan sebagai alat aproksimasi untuk sampai pada hakikat menurut pandangan masing-masing filsuf. Metode filosofis dijelaskan sebagai berikut.
1. Metode Kritis (Socrates dan Plato)
Metode kritis adalah analisis konsep dan opini. Metode ini menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan pertentangan dengan cara bertanya, berdialog, membedakan, membersihkan, menyisihkan, dan menolak sehingga pada akhirnya dapat ditemukan hakikat.
2. Metode Intuitif (Plotinus dan Bergson)
Metode intuitif menggunakan cara intuitif dan pemakaian simbol-simbol untuk berusaha melaksanakan pembersihan intelektual bersama dengan penyucian moral, sehingga tercapai suatu pemikiran yang jernih.
3. Metode Skolastik (Aristoteles dan Thomas Aquinas)
Metode skolastik bersifat sintetis deduktif. Artinya, metode ini memecahkan masalah dengan analisis dan penalaran, dimulai dengan prinsip umum dan menerapkannya pada hal atau prinsip tertentu.
Metode ini didasarkan pada definisi dan prinsip yang jelas yang mengarah pada kesimpulan.
4. Metode Geometris (Rene Descartes)
Metode Geometrik adalah analisis kompleks untuk mendapatkan intuisi tentang yang sederhana dan kemudian turunan matematis dari semua makna lainnya.
5. Metode Empiris (Hobbes, Locke, Berkeley, David Hume)
Hanya pengalaman yang menghasilkan pemahaman sejati. Pemahaman dan ide-ide yang diperoleh dari pengalaman menciptakan pengetahuan.
6. Metode Transendental (Immanuel Kant)
Berawal dari pemahaman khusus yang didasarkan pada dinamika pengetahuan diri. Metode ini merupakan pendekatan teologi kontekstual di mana realitas bukanlah sesuatu yang “di luar” dan pada hakikatnya tidak terlihat.
7. Metode Fenomenologis (Husserl)
Metode ini dilakukan dengan menyederhanakan (mengurangi) secara sistematis dan mengkaji setiap fenomena untuk sampai pada esensi dari apa yang melatarbelakanginya.
8. Metode Dialektika (Hegel dan Marx)
Metode ini dilakukan dengan mengikuti dinamika pemikiran berdasarkan peristiwa kosmis dan dengan mengandalkan dialektika, tesis, antitesis dan sintesis untuk menemukan esensi pencapaian. .
9. Metode Neo-Positif
Realitas pada dasarnya dipahami dengan menggunakan aturan-aturan yang diterapkan dalam ilmu positif (ilmu eksakta).
10. Analisis Linguistik (Wittgenstein)
Sebuah metode khusus dalam filsafat yang bertujuan pada pemeriksaan linguistik dari ekspresi yang digunakan untuk sampai pada kebenaran tertinggi.
Nah itu tadi sedikit tentang penjelasan dari apa itu filsafat gaes.
Bagaimana dengan kalian, apakah tertarik untuk mempelajarinya?
Komentar
Posting Komentar